MENGAPA GURU WAJIB " SAGUSABLOG" IGI ?
Guru harus siap dalam menghadapi paradigma pembelajaran terkini (Technology based, Scientific approach) untuk menjadi pendidik yang inovatif dan motivatif di era Revolusi Indsutri 4.0. Untuk mengoptimalkan peran guru dalam pendidikan kita, maka perlu semacam alternatif sosok guru yang up to date, yang sesuai dengan perkembangan zaman. Diantaranya adalah guru harus memiliki kompetensi dan keahlian yang relevan dan berkualitas. Mengali dan memperdalam disiplin ilmu keguruannya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dan membaca buku-buku atau artikel pendidikan. Bahkan diera digital sekarang ini adanya pelatihan dan seminar secara online tanpa menggangu tugas mengajar guru.
Karier
dalam guru sangatlah penting, yang terkadang naik dan turun. Karier guru harus
ada peningkatan sebagai gambaran kualitas kinerjanya sebagai seorang pendidik.
Begitu juga dengan diri saya yang juga mengalami pasang surut dalam karier
keguruan di sekolah tempat bertugas. Secara tradisional, karier secara umum
dipersepsikan sebagai kenaikan jabatan atau sarana mencapai posisi yang lebih
tinggi dalam hierarki pekerjaan. Dalam konteks profesi guru, pilihan karier
adalah menjadi kepala sekolah, pengawas, pengurus elit organisassi atau
pemegang posisi di sebuah kementerian. Di era perkembangan mutakhir, dimana
semangat kompetisi bergeser menjadi kolaborasi dan pelaksanaan prosedur menjadi
kreator dan inovator, jalur karier tradisional yang hierarkis juga bergeser
menjadi jalur karier protean yang lebih lateral (bercabang ke segala arah).
Guru di era sekarang, harus memiliki keterampilan dalam Literasi Baru, yang terdiri dari literasi digital, literasi teknologi dan literasi manusia. Literasi Baru akan membuat guru kompetitif. Literasi digital terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal. Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Kemampuan literasi baru ini menjadi modal bagi guru untuk bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, tidak monoton hanya bertumpu pada satu metode pembelajaran yang bisa saja membuat para peserta didik tidak berkembang. Seorang guru diharapkan jangan pernah berhenti belajar (never stop learning).
Dalam rangka pencapaian keterampilan literasi inilah saya mengembangkan diri melalui pelatihan dan workshop online yang diadakan oleh Ikatan Guru Indonesia. Salah satu kegiatan IGI tersebut adalah Workshop Online Satu Guru Satu Blog (SAGUSABLOG). Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 14 Januari sampai 20 Januari 2020 melalui via Telegram dan Whats app. Saya tidaklah ingin menjadi guru biasa , pergi dan pulang mengajar serta terima gaji. Akan tetapi saya harus berkembang dan terus belajar, dan setiap tahun harus menerbitkan publikasi ilmiah seperti PTK atau Makalah. Dan untuk menncari referensi tulisan yaitu diambil dari artikel-artikel di internet. Karenanya saya tidak ingin hanya pemakai tetapi ingin menulis dan memproduksi tulisan/artikel di blog saya sendiri. Maka saya tertarik belajar mendesain blog pribadi dan alhamdulillah IGI adalah tempat saya belajar mendesain blog.
Di kelas saya 33-D dibimbing oleh seorang Guru pembimbing. Guru pembimbing saya adalah Ibu Sritina Laksmini, beliau adalah guru yang sabar, ramah dan baik. Workshop ini tidak dikenakan pembayaran tetapi gratis lo, guru hanya perlu masuk keanggotaan IGI, modal tekad dan paket data. Selain memperoleh ilmu, guru juga akan memperoleh sertifikat. Pada awalnya saya mengajak salah seorang teman, dia juga staf tata usahan di sekolah saya. Dia juga ahli di bidang IT, tetapi saya ditertawakan, katanya "ibu ingin jadi gayak artis-artis itu ya....yang mencari banyak pengikutnya." "Kalau sering buat blog, nanti dapat uang loh..". Saya jadi bingung, niat saya hanya ingin belajar dan menambah wawasan.
Pada awalnya saya dibantu olehnya, kemudian saya belajar secara mandiri melalui panduan yang disertai video. Pokoknya keren deh, kemudian saya selalu dimotivasi dan dibimbing oleh guru pembimbing. Dari sinilah satu yang saya sadari sebuah motivasi yaitu "Guru berbagi Informasi dan ilmu". Di dalam ajaran Islam dijelaskan jika yang kita bagikan adalah ilmu. Ilmu tidak akan pernah hilang dari diri kita. Ilmu yang dibagikan justru akan menjadi ilmu yang berkah, sperti pohon yang berbuah. Jika seseorang membagikan ilmu, maka ilmunya akan semakin bertambah. Berbagi imu termasuk tolong-menolong dalam kebaikan. Sekecil apapun itu.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Sesungguhnya yang sampai kepada seorang mukmin dari amalannya dan kebaikannya setelah meninggal dunia ialah, ilmu yang ia ajarkan dan ia sebarkan, anak shaleh yang ia tinggalkan, mushaf AL-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah yang diperuntukkan untuk ibnu sabil yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dalam keadaan sehat dan hidup.” (HR Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan Khuzaimah).
Insyallah, melalui blog inilah sebagai wadah kita para guru untuk berbagi ilmu dalam rangka meningkatkan dan membangun dunia pendidikan yang berkarakter menyonsong revolusi industri 4.0. Terimakasih IGI melalui workshop SAGUSABLOG , Guru-guru di Indonesia akan berbagi ilmu dan pengalaman untuk meningkatkan kompetensi literasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar